Beranda Pemuda & Mahasiswa Aktivis GMNI Kendari Pertanyakan Pelayanan RSUD Provinsi Sulawesi Tenggara

Aktivis GMNI Kendari Pertanyakan Pelayanan RSUD Provinsi Sulawesi Tenggara

Foto Bung Muhamad Amang Wakil Ketua DPC GMNI Kota Kendari Prov. Sulawesi Tenggara

INTERNASIONALNEWS.COM, – KENDARI, Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari yang bernama lengkap Muhamad Amang alias Bung Amang Mempertanyakan kinerja dari pihak RSUD Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, ada Banyak keluhan masyarakat tentang Pelayanan Di RSUD Prov Sultra yang sangat buruk. Berbagai macam keluhan diantaranya, beberapa hari ini tepat tanggal 28 Maret 2018, ada pasien rujukan dari kabupaten buton Utara, seorang anak bayi yang baru saja lahir kondisinya sangat memprihatinkan dan harus segera di tangani. Kendalanya adalah RSUD Prov Sultra tidak mau menangani bayi ini jika tidak melunasi dulu permintaan uang senilai 1,5 jt untuk biaya ruangan.

Sementara keluarga pasien tidak punya uang sebanyak itu. dan BPJS orang tua bayi tidak berlaku dipakai oleh anak bayi itu, sementara arahan dari RSUD Kabupaten Buton Utara masih bisa dipakai BPJS Orang tuanya. Lanjut pihak RSUD Bahteramas Prov Sultra, bahwa jika tidak melunasi 1,5 jt kami tidak bisa tangani bayi ini. Dan pihak keluarga pasien berembuk dan musyawarah untuk usahakan uang sebanyak 1,5 jt. Tapi usaha mereka gagal, tidak ada uang sebanyak itu.

Kemudian pihak RSUD Prov. Sultra datang lagi hampir 5 kali menanyakan kepastiannya, apakah ada 1,5 jt atau tidak, tanya kepada pihak pasien, Sehingga Pihak RSUD Provinsi Memberikan Pilihan, dengan menyuruh menandatangani Surat Pernyataan PENUNDAAN PERAWATAN BAYI dengan isi point bahwa kalau terjadi apa-apa sama bayi di luar tanggung jawab RSUD PROV SULTRA.

Akhirnya keluarga bayi dengan terpaksa menandatangani Surat Pernyataan itu. Kemudian Keluarga bayi memutuskan pulang di rumah dengan penuh kesedihan. Setelah tiba di Rumah keluarga di kendari, salah seorang Ibu menelpon Keluarganya perawat di pegawai UHO, kemudian Perawat dan Salah seorang keluarga mendatangi pihak RSUD Prov Sultra. Keributan sempat terjadi, hingga akhirnya barulah pihak RSUD Prov Sultra mau menerima dengan kebijakan Menggunakan aturan lama BPJS orang tua digunakan oleh bayi tersebut dengan catatan 3×24 BPJS bayi di urus.

Foto Pasien Bayi bersama Ibunya yang terbaring lemah di RSUD Sultra, 28/03/2018

Saya selaku Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari sangat menyayangkan komitmen Rumah sakit dalam hal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Sulawesi Tenggara, saya berharap Pihak pegawai RSUD Prov. Sultra bisa di evaluasi dan kalau perlu Direktur RS. Sultra di copot dari Jabatannya, karena tidak mampu memberikan pelayanan yang baik ditengah-tengah masyarakat Sulawesi Tenggara, ucap Bung Amang Sapaan Akrab Wakil Ketua DPC GMNI Kota Kendari, dalam siaran persnya Sabtu, 31/03/2018 di Kendari.

Redaksi_InternasionalNews.Com

Tulis Komentar

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here