INTERNASIONALNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah tidak menanggung biaya rombongan yang datang ke sidang tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) – Bank Dunia. Anggaran dari pemerintah hanya untuk menunjang infrastruktur Bali sebagai tempat penyelenggara.

Pembenahan infrastruktur itu di antaranya pembangunan terowongan sebesar Rp 168,3 miliar serta perluasan apron bandara Internasional Ngurah Rai. Menurut Jokowi, investasi pada perbaikan dan peningkatan infrastruktur ini pada akhirnya dinikmati masyarakat Bali dan Indonesia.

Sebelumnya, beberapa pihak menuding anggaran acara tersebut, yang mencapai Rp 830 miliar, terlalu mahal dan dianggap bermewah-mewahan di tengah bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Menanggapi hal itu, Presiden mengatakan rombongan sebanyak 15 ribu orang membiayai dirinya sendiri. “Hotel bayar sendiri, makan bayar sendiri,” kata Jokowi sebagaimana dilansir situs Sekretariat Kabinet, Senin (8/10).

Mantan Walikota Solo tersebut juga menjelaskan bahwa pertemuan seperti ini berdampak besar bagi sebuah negara dari sisi citra. Kehadiran para tamu ini juga meningkatkan kunjungan dan ajang promosi tempat wisata ke dalam negeri.

Hal ini akan berdampak pada devisa yang mengucur ke Tanah Air. “Saya kira arahnya ke sana,” ujar Jokowi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah merogoh kocek hingga Rp 855 miliar untuk menggelar acara tersebut. Meski demikian, Kepala Unit Kerja Pertemuan tersebut, Peter Jacobs, mengatakan penghematan telah dilakukan oleh panitia. “Tidak mewah tapi tetap kami tunjukkan keindahan Indonesia,” kata dia.

Sebelumnya, mantan Menteri Keuangan M Chatib Basri mengatakan perhelatan akbar IMF-Bank Dunia di Bali tidak akan menggelembungkan utang pemerintah. Lewat pertemuan tersebut, pemerintah justru bisa memperjuangkan agenda dan ide-idenya agar didengar para pembuat kebijakan di sektor keuangan.

Chatib melalui akun Twitternya @ChatibBasri berusaha menengahi perdebatan mengenai perlu atau tidaknya pemerintah melanjutkan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah pertemuan tersebut sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2014.

“Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) mengajukan diri menjadi tuan rumah pertemuan tahunan pada September 2014. Prosesnya tidak mudah, bersaing dengan negara-negara lain,” ujar Chatib.

Di Asia, hanya beberapa negara yang pernah mengajukan untuk menjadi tuan rumah pertemuan tersebut, seperti Filipina, Singapura, Thailand, dan Indonesia. Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Rapat Tahunan IMF-Bank Dunia pada Oktober 2015. Anggaran untuk penyelenggaraan hajatan tersebut ditetapkan setelah Oktober 2015 dengan menggunakan acuan di beberapa negara yang pernah menjadi penyelenggara.

Redaksi_Internasionalnews.com

Tulis Komentar

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here