Foto Mantan Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir

INTERNASIONALNEWS.COM, JAKARTA – Eks Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir tersandung kasus lama dan dijadikan tersangka kasus pencucian uang.

Menurut Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Nasir akan dipanggil Rabu (8/5/2019) terkait yayasan yang saat ini ditangani Dit Tipideksus Bareskrim Polri.

“Iya (sebagai tersangka) dan itu merupakan kasus yang lama,” kata Dedi saat dihubungi Selasa (7/5/2019).

Baca Juga: Mabes Polri: Kami Incar Otak Penyeru Ajakan People Power Pasca Pilpres 2019

Februari 2017 lalu Nasir memang sempat bolak-balik dipanggil Bareskrim sebagai saksi dalam kasus dugaan pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan kekayaan Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

Kekayaan yayasan itu diduga polisi dialihkan kepada pembina, pengurus dan pengawas, dalam bentuk gaji, upah, maupun honorarium, atau bentuk lain yang dapat dinilai dengan uang.

Selain Nasir, dalam kasus ini, polisi telah menetapkan seorang tersangka berinisial IA, staf perbankan yang berperan mencairkan dana dari rekening YKUS.

Baca Juga: Mabes Polri: Rencana People Power Pasca Pilpres 2019 untuk Picu Huru Hara

Nasir pada Februari 2017 lalu memang mengakui bahwa dirinya mengelola dana Rp 3 miliar di rekening YKUS. Namun dia membantah jika dana itu diselewengkan dan dialihkan untuk operasional internal.

Dana yang dikumpulkan dari umat tersebut diklaim Nasir sebagian digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212. Selain itu, dana itu juga digunakan untuk membantu korban gempa di Pidie Jaya, Aceh, dan banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Menurut Nasir, pihaknya hanya meminjam rekening yayasan tersebut agar arus dana dari umat dapat dipantau dengan baik.

Redaksi_Internasionalnews.com

Tulis Komentar

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here